SESANTI

SURA DIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 November 2010

Membedah Jagad Ilir-Ilir 5 ( Habis )




Bocah-angon bocah angon
Peneknno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodot iro
Dodot iro dodot iro kumitir bedahing pinggir
nDom mono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung jembar kalangane, mumpung padang rembulane

terjemah :

hai anak gembala,
panjatkanlah belimbing itu.
walau licin panjatlah
untuk membasuh kain mu
Kain mu yang compang-camping
sulam dan jaitlah, untuk pertemuan nanti sore
senyampang ada kesempatan dan masih benderang bulan bersinar


Bocah angon....? siapakah ia. Kanjeng sunan memberikan sebuah isyarah kepada kita, bahwa semua manusia yang hidup di dunia ini, adalah sebagai bocah angon atau anak gembala. Dimana pekerjaannya harus menggembalakan hewan ternaknya.Dimana ia harus beruasah untuk menjaga dan merawat ternak yang digembalakan.
Dalam hal ini pengarang syair memilih bocah, bukan orang tua atau dewasa, hal ini sebagai pengingat bahwa kita semua ini adalah bocah. Yang memiliki orang tua dan wajib berbakti kepada orang tua. Bocah yang masih belum tahu tentang banyak ikhwal sehingga harus banyak belajar.Yang selalu ingin Hidup enak namun tanpa sengsara. dan dimanja. namun keadaan rupanya tidak mengizinkan semua itu. Karena ia dipaksa untuk angon, yang harus bergumul dengan kesusahan, panas keringat dan beban atas hewan-hewan ternaknya.Demikia pula manusia yang sebenarnya sebagi penghuni surga, yang hidup serba enak, dimanja bidadari, namun Allah manakdirkan untuk hidup di dunia yang sengsara ini yang harus bersusah payah.
Dan di sadari atau tidak kita memiliki watak bocah yaitu watak yang menjengkelkan atau nakal sehingga memerlukan bimbingan dan arahan selalu. maka ketika kita telah sadar tidak lain yang kita cari adalah pembimbing, dan guru sejati atau sejatine guru agar kita amenjadi bocah yang terdidik sehingga mampu mengemban amanah sebagai kholifah fil ardli dan sebagai kawula gusti, pembimbing dan guru sejati serta sejati guru yaitu rosulullah SAW. maka sadarkah kita akan hal itu...
Bocah Angon disuruh juragan atau orang tua untuk mengembalakan ternak yang kemudian jika telah waktunya telah sore ia harus pulang untuk mengandangkan hewan ternaknya. dan ketika ternak yang digembalakan gemuk-gemuk dan Terurus dengan baik maka ia akan mendapat hadiah, dan jika ternak yang digembalakannya kurus-kurus maka ia akan mendapat marah dari sang juragan atau oarang tua.
Itulah tentang gambaran dari kehidupan. kita diamanahi untuk angon atau mengembala segala yang telah diamanahkan Allah SWT. Baik berupa anggota tubuh, jabatan, harta, dan lainnya. yang mana jika telah datang ajal maka segala yang di angonkan akan diperhitungkan dan ditanyakan. apajah kita atelah mengarahkan potensi, dan segala yang diamanahkan kejalan yang benar. jalan yang telah ditentukan dalam alquran dan al hadist.
Dan harus dapat menjaga barang yang di amanahkan agar tidak menjadi barang yang rusak. yang digunakankan secara serampangan. dan jangan biarkan amanah itu menjamah, memakan serta menggunakan barang-barang yang bathil. Yang akan berdampak pada sikap, perilaku diri, sehingga menjadi diri yang beringas, terhalang dalam memandang kebenaran . Dikarenakan atas pengaruh makan yang diberikan serta perlakukan yang tidak sesuai dengan dawuh atau perintah sang juragan ( Allah ).

Tangan, jabatan, harta yang dianugrahkan serta waktu, ketika dapat mengatur ( angon ) dengan baik sesuai dengan syariat maka akan menguntungkan. Namun kitka disia-siakan justru maka akan merugikan. Bagaimanapun juga semua itu adalah amanah maka harus dijaga. Kesempatan hanya datang satu kali, dan setiap masalah yang dihadapkan pada seseorang pasti memiliki keunikan dan pesan. Sumber dan penyelesaian setiap masalah yang ditimpakan pada diri sesorang terletak pada diri orang tersebut tidak ada pada diri orang lain, ketika ada sekalipun itu hanya sebagai sebuah efek / dampak dan perantara.

Amanah yang diserahkan kepada manusia, dengan berbagai macam bentuk dan kadar kesulitan pasti memiliki manfaat dan pasti tersirat ayat-ayat allah yang apabila dapat dibaca maka sungguh besar fungsi dan manfaatnya. maka ketika bocah angon bersedia untuk mempelajari dan mengamalkan pesan yang tertuang disetiap tingkah dan ikhwal dalam gerak angonnya maka akan memiliki dampak kesuksesan yang besar. Namun ketika ayat-ayat yeng terlukis pada setiap relik dari amanah itu terabaikan maka hidup ini hanya akan terasa hambar.

Kesempatan angon yang hanya sekali, maka seharusnya tiap perjalanan dan tiap detik harus bermakna. Kebermaknaan ini akan membawa dampak kedewasaan, yang mana ketika kedawsaan itu ada,dan dapat mengerahkan segala apa yang diamanahakan menuju susanana perjalanan ilahi serta dapat mengambil manfaat dari pesan pada setiap detak nafas dan langkah maka tidak hanya sekadar kepuasan angon yang dalam bentuk surga dan derajat pahala namun sebuah manisnya posisi kehambaan dan perjumpaan dengan sang juragan ( Allah ) yang tak tergambarkan kenikmatan dan kegembiraannya.

Bocah angon, sebagai pemimpin yang diangon maka ia memposisikan dirinya di belakang, namun paling depan jika ternak yang digembalakan berjalan tidak sesuai aturan, serta akan ditengah jika sekawanan ternaknya ada yang saling menyeruduk, lalu akan kembali lagi ke belakang.. begitulah seharusnya seorang pemimpin........

Ditengah sibuknya bocah angon mengemban amanah untuk menjaga gembalaan, masih disuruh dan dipaksa pula untuk memanjat belimbing. yang mana akan digunakan akan digunakan untuk mbasuh dodot. Dodot adalah kain batik yang besar dan panjang dan hanya digunakan untuk pakaian dikala acara resmi dan sakral, atau saat pisowanan. Dan blimbing yang merupakan buah dengan bentu segi 5, serta memiliki tekstur kulit pohon yang sangat licin jika waktu musim hujan.

Memanjat adalah bukan pekerjaan yang mudah, membutuhkan upaya dan keberanian, serta demikianlah gambaran kehidupan di dunia. Manusia di turunkan di dunia untuk beribadah, maka ketika manusia berusaha untuk selalu mendedikasikan dirinya untuk beribadah maka ia berusaha untuk memanjat tegaknya pohon nafsu dan kecintaan dunia demi meraih manisnya iman dan manisnya menjadi kawulo, yang seperti manisnya buah belimbing.

Namun perlu diingat bahwa pohon yang dijadikan lantaran untuk meraih buah kema'rifatan sangat licin. Sehingga banyak manusia yang terpeleset saat proses perajalannya menuju sang pencipta bahkan banyak pula yang urung untuk memanjat melihat sulitnya menjadi kawulo yag sejati. Ada pula manusia yang tidak mengatuhi akan manisnya buah belimbing kema'rifatan sehingga engggan untuk melakukan perjalanan menuju sang ilahi.

Segala ubudiyah yang dilakukan akan digunakan sebagai sarana penyuci segala amal yang di umpamakan dodot, yang akan digunakan untuk menghadap atau sebo pada saat di alam kubur atau digambarkan di sore hari.Dodot yang berupa segala amal yang kita lakukan tentu jauh dari kesempurnaan, dodot sebagai pakaian yang menyelimuti tubuh, maka seperti kesempatan dan waktu yang selalu tersandang kemana-mana, tentu kadang tercampakkan kadang robek karena saat sedang angon, maka perlu disulam dan dibasuh dengan dzikir dan sifat kumawulo yang merupakan hasil riyadloh dalam usaha memanjat pohon kema'rifatan.

Jadikan semua kesengsaraan saat angon. Dan licinnya memanjat blimbing, Rusak dan kotornya dodot amaliyah mejadi peyemanga kita untuk terus berjuang menjadi bocah angon yang terbaik dan kawulo yang tahu diri dan posisi. Ditengah kesadaran akan rasa kesengsaraan maka akan tumbuh rasa butuh kepada sang pencipta yang mana tidak dianugrahkan pada setiap manusia yang masih memiliki rasa sombong atas banyaknya gembalaan, kain yang dihadiahkan, padahal semua itu hanyalah titipan dan akan diminta pertanggung jawaban. Yang tidak menyadari bahwa waktu angon semakin sempit dan sore, sehingga dengan segenab riyadloh,membangun kesadaran dan waspodo menjadi bocah angon yang tawadluk dan tidak mengAkukan pada setiap amalan yang sepenuh hati bahwa setiap amaliyah yang dikerjakan adalah atas anugrah dari gusti Allah bukan semata karena sebab amal yang telah dilakukan .

Keadaan yang susah payah dalam meraih manisnya belimbing kemakrifatan jangan dijadikan alasan dalam tidak menunaikan semua perintah. Coba lihat langit disana rembulan masih bersinar terang. Yang mana para wali pembuat tembang menggambarkan ulama sebagi rembulan yang menyinari gelapnya malam. Maka bergegaslah mencari guru.agar dapat segera memperoleh penyemangat, teman dan obat ketika terjatuh dari memanjat pohon ubudiyah. Dan penerang, saat hatimu gundah ketiaka nagon, atau terpeleset sehingga badan manjadi sakait.


Jumat, 25 Juni 2010

Mulailah menulis : Dengan Pena Bangun Peradaban / agus darminto

Sejarah gemilang Baca Tulis

Baitul Hikmah, sebagai sebuah perpustakaan pada zaman khalifah Harun al-Rasyid di Baghdad pada abad 9 masehi, yang mana memiliki sumbangsih yang sangat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Baitul Hikmah berhasil menterjemahkan berbagi karya klasik dari yunani, Persia dan sebagainya. Di masa pemerintahan al-Ma’mun Baitul Hikmah mengalami kemajuan pesat. Sebagaimana Harun al-Rasyid, al-Ma’mun penggantinya, mempunyai komitmen kuat dan perhatian yang mendalam untuk usaha pengembangan ilmu pengetahuan. Hal ini terbukti dari perhatian yang diberikan pada Baitul Hikmah, yaitu .dengan mengadakan kerjasama dengan para penguasa Romawi untuk mendapatkan buku-buku kuno dari kerajaan itu. Untuk melaksanakan tugas tersebut al-Ma’mun membentuk tim yang beranggotakan di antaranya adalah Silm, al-Hajjaj bin Mathar, Yuhana bin Masawih dan Ibnu Bithriq yang bertugas menumpulkan naskah-naskah dari Romawi dan kemudian diterjemah ke dalam bahasa Arab.

Untuk mempermudah penelususran di Baitul Hikmah, yang mana telah dikelola layaknya perpustakaan modern. Koleksi buku diklasifikasi menurut isinya. Tiap bagian koleksi, mempunyai pengelola dan pengawas tersendiri. Klasifikasi koleksi Baitul Hikmah meliputi:

1. Fisika

2. Filsafat dan logika

3. Astronomi

4. Agraria dan pertanian

5. Matematika dan teknik

6. Musik

7. Kimia

Pada masa al-Ma’mun Baitul Hikmah telah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Yang mana memiliki koleksi yang berasal dari Yunani dan Persia, tidak hanya itu, namun juga buku-buku berbahasa Sansekerta, Suryani, Kaldan, India dan Qibthi. Dan untuk mempermudah pembelajaran telah diterjemah pula kedalam bahasa Arab. Di situ tersimpan khazanah berbagai peradaban dari lembah Tigris dan Eufrat, Nil, Indus, India serta Yunani.

Berkat pengelolaan dan sarana buku yang memadai Ibnu Sina dapat dapat leluasa belajar ke perpustakaan istana Samani yang besar nama lain dari Baitul Hikmah. Ibnu Sina mengenai perpustakan itu mengatakan demikian;


“Semua buku yang aku inginkan ada di situ. Bahkan aku menemukan banyak buku yang kebanyakan orang bahkan tak pernah mengetahui namanya. Aku sendiri pun belum pernah melihatnya dan tidak akan pernah melihatnya lagi. Karena itu aku dengan giat membaca kitab-kitab itu dan semaksimal mungkin memanfaatkannya... Ketika usiaku menginjak 18 tahun, aku telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu.”

Melihat sepanggalah dari pernyataan Ibnu Sina diatas membuktikan bahwa pada abad ke 10 perpustakaan islam sudah berkembang begitu pesatnya.



Ummat Islam saatnya bergerak

Warisan ilmu pengetahuan yang begitu berjubel dari masa-ke masa. Beratus ribu kitab telah dikarang dan dipublikasikan yang mana semua bertujuan untuk kelangsungan kehidupan dalam menjalinkan misi kekhalifan di dunia ini. Maka saharusnya sebagi umat yang besar, kegiatan baca tulis adalah kegiatan yang menjadi sebuah kebiasaan, atau hoby tentunya. Karya yang telah lalu tidak akan berguna apabila tidak dibaca atau bahkan diteliti lebih lanjut dan kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan .

Ummat islam runtuh karena kegiatan keilmuan sudah mulai ditinggalkan. Yang mana disibukkan hanya pada masalah harta dan jabatan. Salah satu indikasi adalah mulai lunturnya kegiatan membaca dan menulis. Orang disibukkan dengan berbagai macam aktivitas yang tidak bermanfaat, seperti berdiskusi tanpa tujuan yang jelas, bekerja secara berlebihan tanpa ada waktu untuk belajar, remaja yang sibuk dengan game, dan hoby-hoby mereka yang melupakan kegiatan belajar.

Memang belajar tak selamanya hanya baca tulis, namun membaca dan menulis merupakan sebuah awal dan dasar dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Karena membaca adalah sebuah pekerjaan menerjemahkan sebuah informasi dari luar sehingga mampu dicerna oleh otak pada akhirnya menghasilkan sebuah pemahaman akan ilmu tersebut. Mustahil sebuah pembelajaran akan efektif dan berhasil tanpa adanya kegiatan baca tulis, dikarenakan seseorang akan dapat mengerti dan faham terhadap sesuatu jika diawali dengan membaca, kemudian diikuti analisa baru mengenai hal yang diterima itu.

Sedangkan menulis adalah sebuah rangkaian kegiatan untuk memvisualisasikan dalam bentuk huruf, segala yang telah dipahami atau dipelajari. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan seseorang dalam usaha belajarnya adalah dibuktikan dengan tulisan. Hasil karya tulisan selain bentuk dari wujud kefahaman seseorang juga wujud kepedulian akan sebuah ilmu pengetahuan. Karena dengan adanya tulisan yang dihasilkan maka ikut dalam usaha melestarikan ilmu pengetahuan

Bagi ummat Islam kegiatan tulis menulis telah dicontohkan oleh para ulama, yang dengan tangannya menghasilkan beratus kitab, bisa dibayangkan tanpa adanya sebuah media cetak seperti sekarang ini para ulama salaf dapat mengaplikasikan dan menuangkan ide-idenya pada lembaran-lembaran, tanpa adanya sebuah keluh kesah. Bagaimana dengan keadaan sekarang…. ?? dengan berbagai kemajuan justru ummat Islam tidak semakin terpupuk jiwa kelimuannya.

Lunturnya kegiatan baca tulis ummat Islam merupakan sebuah hal yang patut untuk tidak dilanjutkan, karena akan berdampak semakin mundurnya peradaban islam, dan semakin hancurnya tatanan dunia ini. Hal ini karena ummat sudah merasa cukup puas atas hasil karya yang telah ada, merasa minder untuk menulis, sibuk atas urusan masing-masing, sehingga baca tulis menjadi kegiatan yang eksklusif. Muncul pandangan bahwa kegiatan baca tulis sudah bukan lagi menjadi hal yang perlu dilakasanakan dan diperhatikan, namun menjadi sebuah kegiatan yang tanpa guna dan hanya menghabiskan waktu belaka.


Nilai penting kegiatan baca tulis dalam islam

Kegiatan baca tulis adalah kegiatan yang memiliki nilai besar dalam agama islam. Ini terbukti dari wahyu pertama yang turun adalah perintah untuk membaca. Dari perintah tersebut, Jadi kegiatan membaca adalah sebuah langkah awal dalam menuju ke sebuah gerbang pemahaman yang sesuai dengan kaidah. Maksudnya adalah pemahaman yang terjadi setalah membaca adalah pemahaman yang memiliki landasan atau dasar, sehingga tidak hanya sekedar prasangka atau sebuah pemahaman yang tanpa makna.

Kepentingan dan muara kegiatan baca tulis dalam islam tentunya berbeda dengan konsep lain. Dalam islam kegiatan baca tulis tidak hanya sekedar penerjemahan pemahaman namun juga sebagai sebuah bentuk pengahamabaan terhadap sang kholik. Sehingga ketika orang semakin banyak membaca dan menulis maka ia akan semakin mengenali jati dirinya. Bahwa sebenarnya manusia hanyalah seorang hamba, yang dicipatakan dan dijalankan oleh sang Kholiknya, sehingga tidak pantas seseorang sombong atas hasil dan upaya yang telah dilakuakan, mengingat semua itu hanya pemberian.

Melihat dari muara akhir sebuah kegiatan tulis menulis dalam islam yang terjabar diatas, maka sebenarnya kegiatan tulis menulis adalah kegiatan yang mulia, karena akan menaikkan derajat manusia di sisi tuhannya. Berbeda dengan konsep pemahaman diluar Islam yang mana ilmu pengetahuan atau kegiatan belajar akan berujung pada sebuah prestise, atau sebuah materi dan tidak memiliki nilai tambah untuk kebutuhan ruhaninya. Kegiatan baca tulis hanya berhenti pada hubungan antara manuasia, namun didalam islam kegiatan tersebut dinilai lebih dari tersebut, yaitu selain hubungan dengan manusia juga hubungan antar manusia dan pencipta.

Serta dengan demikian maka ketika sebuah ilmu pengetahuan dikembangkan oleh ummat islam maka muaranya adalah untuk kemaslahatan ummat dan akan bernilai ibadah tentunya. Karena ummat islam memiliki rambu-rambu yang jelas yang telah digariskan dalam kitab Alquran. Dan dalam islam tidak dibenarkan ketika seseorang telah memiliki karya tulis dan meguasai sebuah cabang ilmu pengetahuan kemudian diselewengkan untuk kegiatan yang merusak, serta berlaku sombong atas keilmuannya tersebut. Namun ketika dalam suatu keadaan ketika ada salah satu dari ummat Islam yang memiki pengetahuan dan disalah gunakan, maka sebenarnya ia belum mengerti dan melaksanakan makna dan hakekat sebuah pembelajaran dan amaliyah dalam Islam.


Yang ditakuti dari ummat Islam oleh para musuhnya

Saat ini bukan senjata saja yang dapat dijadikan sebagai media perang, karena ummat Islam sudah terbukti tidak akan mempan jika diserang oleh senjata, dengan kecanggihan dalam bentuk apapun. Maka boleh dikatakan saat ini adalah saat peperangan media, siapa yang menguasai dialah yang menang,. Dan rupanya cukup manjur, dengan media dan informasi para pembenci Islam akhirnya dapat mengobrak-abrik keyakinan dan pola hidup para generasi Islam. Terbukti dari banyaknya anak muda maupun kalangan dewasa yang cenderung mengikuti gaya hidup dan lebih mudah mengikuti pemahaman yang didapat dari informasi tanpa adanya dalil yang jelas.

Selain itu perkembangan teknologi informasi mengakibatkan anak-anak muda lebih senang untuk hidup having fun, tanpa mau untuk bersusah payah membaca dan belajar, apalagi menulis. Hal ini bukan salah dari perkembangan teknologi, namun justru sebagai ummat Islam harus sadar dan segera kembali ke Al quran. Janagn terlalu gampang untuk menerima suatu pemahaman tanpa dalil dan sumber yang jelas.

Maka yang menjadi ketakuatan para musush Islam adalah ketika ummat Islam telah tumbuh kembali kebiasaan belajar, membaca dan menulis. Karena dengan belajar, baca dan tulis maka ummat islam akan semakin tahu dan paham akan sejarah islam, hukum Islam, dan sebagainya dan berdamapak akan memperkokoh persatuan dan membangun kembali peradaban islam, yang berarti kehancuran para pembenci islam.

Sehingga para pembenci Islam berusaha semaksimal mungkin agar ummat Islam untuk tidak lagi membaca dan menulis, terutama membaca dan menulis kembali pemahamannya tentang alqur’an. Karena alquran adalah sumber rujukan paling lengkap. Ketika orang sudah merujuk pada Alquran maka keilmiahan dan kebenarnyya dapat di pertangung jawabkan. Selian itu para pembenci membanjiri media dengan bacaan yang menjauhkan terhadap ajaran Islam, sehingga lupa untuk memepelajari islam secara mendalam.

Maka perlu diingat bahwa kegiatan belajar yang didalamnya adalah kegiatan baca tulis merupakan pembangun peradaban Islam, dan kemaslahatan ummat. Telah diwariskan oleh ulama yang terdahulu bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan dan membaca adalah sebuah keharusan, terbukti semangat para ulama untuk menuangkan karya-karyanya yang pada akhirnya menjadi rujukan para ilmuan sekarang. Mereka mengubah dan mengukir sejarah dengan pena.

Seyogyanya sebagai generasi penerus, kegiatan tulis menulis harus dipupuk dan dilestarikan sebagai wujud sumbangsih terhadap kemajuan zaman, dan lebih dari itu adalah sebagai sebuah wujud ubudiyah kepada Allah SWT. Jangan hanya sebagai pelaku sejarah namun bertidaklah sebagai pengukir sejarah. Dengan pena, bangun peradaban raih kemenangan haikiki. Belajar adalah mulia, membaca adalah kepatuhan dan menulis adalah kebutuhan

Rujukan :

http://myasir83.multiply.com/journal/item/114

http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-ibnu-sina.html